KISAH KELAM DIBALIK PERAYAAN HARI KASIH SAYANG - Araaita.net

Breaking News

Wednesday, 10 February 2021

KISAH KELAM DIBALIK PERAYAAN HARI KASIH SAYANG

Sumber: www.contohtext.com


Penulis: Alviya Mudiyarotin

Editor: Mita


Saat bulan Februari tiba, ada satu momen yang banyak dirayakan oleh orang di berbagai dunia yaitu hari Valentine. Hari Valentine biasa disebut hari kasih sayang yang jatuh pada tanggal 14 Februari. Hari valentine identik dengan bertukar hadiah atau mengirimkan kartu ucapan untuk mengungkapkan perasaan dan rasa cinta pada orang yang terkasih, seperti pacar, sahabat, orang tua maupun suami/istri. Dibalik hari yang dipenuhi kasih sayang itu, tahukah kamu bahwa Hari Valentine memiliki sejarah yang cukup kelam?


Ada beberapa versi cerita mengenai sejarah hari valentine. Yang pertama ialah cerita tentang Santo Valentinus yang merupakan seorang martir. Pada abad ke-14, Inggris dan Perancis percaya bahwa 14 Februari adalah hari ketika burung mencari pasangan untuk kawin. Kepercayaan ini ditulis pada karya sang sastrawan Inggris Pertengahan ternama yakni Geoffrey Chaucer pada abad ke-14. Pada zaman itu bagi para pasangan sudah lazim untuk bertukaran catatan pada hari itu dan memanggil pasangan mereka dengan sebutan “Valentine”.Namun tidak dengan para serdadu Romawi dilarang untuk menikah oleh Kaisar Claudius II. Larangan ini membuat Santo Valentinus melanggar aturan dan secara diam-diam membantu menikahkan mereka. Pada akhirnya, Santo Valentinus gugur sebagai seorang martir karena telah melanggar aturan. Valentinus mendekam di penjara sebelum akhirnya dijatuhi hukuman mati. Sebelum dieksekusi, ia menulis sebuah pernyataan cinta kecil yang diberikannya kepada sipir penjaranya yang tertulis, “dari Valentinusmu”. Menurut legenda ini, 14 Februari dihubungkan dengan keguguran Valentinus sebagai martir sebagai asal mula adanya hari Valentine.


Menurut legenda lainnya, sejarah Valentine salah satunya adalah berasal dari sebuah festival yaitu Festival Lupercalia.Festival ini dirayakan setiap pada tanggal 15 Februari setiap tahun sebagai bentuk penghormatan kepada Faunus (Dewa Kesuburan) dalam tradisi Romawi. Festival Lupercalia merupakan tradisi bangsa Romawi Kuno yang tidak terlepas dengan hal-hal yang berbau seks. Seorang penulis bernama J.A Nort dalam bukunya The Journal of Romance tahun 2008 pernah menjelaskan hal itu. Selain itu, pada awalnya Lupercalia merupakan tradisi nenek moyang Romawi Kuno yang tidak bermoral dan tidak melambangkan kehangatan atau kasih sayang sama sekali namun telah berubah menjadi lebih baik seiring berjalannya waktu.


Itulah beberapa sejarah kelam hari Valentine. Terlepas dari legenda-legenda tersebut mengenai hari kasih sayang, semua orang pasti mempunyai pandangan tersendiri mengenai hari kasih sayang dan bagaimana mereka merayakannya. Karena sebetulnya, untuk mengungkapkan rasa kasih sayang tidak harus selalu menunggu saat hari Valentine tiba. Hari kasih sayang bisa dirayakan kapanpun dan dimanapun. (Alv)


No comments:

Post a Comment