KOPRI Komisariat UINSA gelar Seminar Nasional Dalam Rangka Memperingati Hari Kartini - Araaita.net

Breaking News

Tuesday, 20 April 2021

KOPRI Komisariat UINSA gelar Seminar Nasional Dalam Rangka Memperingati Hari Kartini

Reporter: M. I'anur Rofi'

Editor: Arfan Eka Wijaya


Husna Amalia Rahmawati saat menjelaskan materi Seminar


Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Puteri (KOPRI) komisariat Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya menggelar Seminar Nasional bertajuk “Semarak Kebangkitan Kartini Muda”. Acara ini digelar pada hari Senin, 19 April 2021 hingga Rabu, 21 April 2021 dan diselenggarakan melalui platform Zoom.


Pada hari pertama, seminar membahas tentang meneladani figur (peran perempuan di dalam al-Qur’an), dengan narasumber Husna Amalia Rahmawati dan Khobirul Amru. Seminar ini juga dihadiri beberapa akademisi dan kader KOPRI dan dibuka langsung oleh moderator Ariza Qanita yang merupakan penulis buku ‘Qiblat Cinta’.


Khobirul Amru mendefinisikan kewajiban dan hak, ia mengatakan kewajiban merupakan tuntutan yang dibebankan kepada perempuan terhadap penghambaan kepada Allah, sementara hak merupakan anugerah dari Allah kepada perempuan atas dasar kemanusiaanya. 


Alumni S2 Ilmu al-Qur’an dan Tafsir tersebut juga menjabarkan hak-hak yang ada dalam perempuan, diantaranya hak hidup, hak bekerja, hak sosial dan hak kepemimpinan. Khobir berharap para muslimah ikut berperan aktif dalam menjalankan hak-haknya.


“Diharapkan khususnya muslimah disini tergerak untuk berperan aktif sesuai hak-hak yang dianugerahkan kepadanya,” ujarnya.


Poster Seminar Nasional yang dilaksanakan KOPRI UINSA


Sementara itu, Husna menjelaskan perbedaan laki-laki dan perempuan dan persamaan laki-laki dan perempuan. Penulis buku sekaligus Education Enthusiast tersebut juga membagi peran perempuan menjadi tiga diantaranya: peran perempuan sebagai makhluk Allah, peran perempuan dalam keluarga, dan peran perempuan dalam masyarakat.


Husna mengatakan bahwa saat ini perempuan harus mulai bergerak di medan ‘perang’ yaitu sosial media, karena zaman sekarang banyak hal-hal batil yang menjajah pemikiran masyarakat terekspos secara terang-terangan melalui sosial media.


“Kita juga harus bisa memilah peran, kita harus kolektif bahwa kita bisa berdakwah lewat sosial media, karena sosial media bisa menjadi pahala jariyah juga loh,” ujar perempuan berjilbab kuning tersebut.


Penulis tersebut juga memberikan contoh dalam meneladani figur perempuan, diantaranya Khadijah Binti Khuwailid sebagai istri yang sholehah, kaya, dan taat beragama, serta Fathimah binti Ubaidillah Azdiyah yang merupakan ibu bagi imam Syafi’i.


Ia juga mengatakan bahwa perempuan terutama yang masih mahasiswa untuk tidak berkecil hati, karena perempuan masih mempunyai banyak peluang atau ruang untuk berkarya. Maka dari itu jangan menganggap bahwa perempuan tidak punya potensi, karena perempuan mempunyai banyak potensi yang harus disinergikan.


“Kita sebagai perempuan sangat potensial sekali, karena perempuan sebagai tiang peradaban. Jika perempuan sukses dalam mendidik keluarganya saja maka sangat luar bisa pahala jariyahnya,” pungkasnya.


Ira Nur Aini, selaku ketua pelaksana Seminar Nasional menjelaskan latarbelakang KOPRI UINSA mengadakan acara ini. Berawal dari tawaran yang diberikan oleh salah satu guru besar UINSA, Prof. Nur Syam untuk mengadakan suatu agenda yang membahas terkait perempuan dan diselenggarakan di acara besar di hari keperempuanan.


“Beliau (Prof. Nur Syam) memberi tawaran bagaimana kalau KOPRI UINSA melakukan suatu agenda yang membahas terkait perempuan dalam perspektif tafsir al-Qur’an,” tegasnya.


Pada awalnya agenda ini akan diadakan pada saat harlah KOPRI, namun karena waktu pelaksanaan  yang masih lumayan lama akhirnya agenda ini dilaksanakan pada bulan april bertepatan dengan hari Kartini. 


Ira mengatakan, acara ini digelar KOPRI UINSA dengan tujuan untuk melakukan perubahan dan menjadi pendobrak semangat perempuan, khususnya mahasiswi UINSA. Sekaligus untuk mengimplementasikan semangat Kartini kepada para perempuan di Indonesia, khususnya perempuan zaman sekarang.


“Dengan momen yang pas pada hari Kartini, dimana sudah saatnya perempuan Indonesia untuk mengimplementasikan semangat Kartini didalam jiwa perempuan muda zaman sekarang,” tutur Ira saat diwawancarai via WhatsApp.

Peserta zoom mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab seminar


Ira berpesan kepada para perempuan untuk membuktikan kepada dunia bahwa perempuan bisa melakukan perubahan, menurutnya hal terkecil yang bisa dilakukan adalah melakukan perubahan kepada diri sendiri dan sekitarnya.


“Teruntuk mahasiswi UINSA khususnya sahabati KOPRI, buktikan kepada kalian semua, buktikan kepada dunia, dan buktikan kepada diri sendiri bahwa kalian bisa melakukan perubahan,” pungkasnya.

No comments:

Post a Comment