“Penguntit”, Single Kolaborasi dari Benten +62 - Araaita.net

Breaking News

Friday, 23 April 2021

“Penguntit”, Single Kolaborasi dari Benten +62

Penulis: Benten +62

Editor: Rafika 

Lagu: cover album "Penguntit" dari Benten +62

Pandemi sebenarnya tidak terlalu berpengaruh kepada kehidupan industri musik ataupun skema musik di Bali. Musisi-musisi baru bermunculan dengan gaya yang baru pula, ada yang merilis single, video musik, bahkan ada juga yang membuat split album bersama band luar negeri, hal-hal ini sangat menakjubkan, hal-hal seperti inilah yang membuat industri musik di Bali sebenarnya tidak kalah dengan indursti musik luar daerah lainnya seperti Medan, Jakarta, Jogja dan kota-kota lainnya. 

 

Konser musikpun selalu ramai meskipun sedikit berkurang dibandingkan dengan sebelum-sebelumnya. Selalu ada jalan bagi musisi-musisi dan penggiat musik di Bali untuk berkarya dan membuat sesuatu yang fantastis, salah satunya adalah Benten +62 yang berkolaborasi dengan salah satu aktor dari teater Kalangan (Agus Noval Rivaldi) dan seorang mahasiswa Sastra Indonesia Udayana yang sedang mendalami ilmu sinematik (Galih Gumalang).

 

Benten +62 adalah band alternative rock berasal dari Denpasar, Bali. Terbentuk pada tahun 2018 yang beranggotakan Ginting (vokal/gitar), Dona (gitar), Acong (drum) dan Febi (bass). pertengahan 2019 hingga pertengahan 2020 Benten +62 sempat vakum dan tidak tau akan kejelasannya, dikarenakan beberapa personel, Febi dan Acong pergi dan memilih untuk berkarir di bidang lainnya.  

 


Potret: Personel Benten +62
 

Pada tanggal 10 November 2020 Benten +62 merilis album perdana yang bertajuk Awan Hitam untuk mengabadikan karya-karya yang telah dibuat sejak 2018. Tepat di penghujung tahun 2020 Benten +62 kembali dengan tambahan satu personel yaitu Edo (bass). Setelah lengkapnya personel lagi akhirnya Benten +62 merilis single terbaru berjudul Penguntit.

 

Bulan Maret lalu, lebih tepatnya tanggal 18, mereka merilis video musik yang berjudul Penguntit. Kolaborasi tersebut cukup menarik perhatian, dimana Agus adalah seorang aktor yang mengisi vokal pada lagu Benten +62 tanpa terlepas dari gaya teaternya, liriknya dibacakan layaknya sebuah puisi dan pada video musiknya Agus seperti sedang berada pada pentas teater Kalangan. Galih yang mendirect dan mengedit video musik tersebut, berlatar belakang mahasiswa sastra yang mendalami ilmu sinematik mengkonsepkan video musik tersebut seperti sebuah ruang privasi yang tidak mempunyai privasi sama sekali. 

 

Berbicara soal privasi tentu banyak ruang yang terbayang. Apa itu ruang privasi? Jika kita sederhanakan pikiran tentu ruang kamar, kamar mandi dan rumah adalah ruang privasi tetapi masih bisa diakses pula oleh kerabat misalnya. Jauh lebih detail lagi, handphone juga dianggap sebagai ruang privasi yang lebih pribadi sifatnya. Saat semua orang ingin mengetahui kegiatan orang lain secara detail. Ditambah lagi pada hari ini misalnya guna CCTV adalah untuk merekam suatu keadaan yang katakanlah untuk membantu mengamankan suatu kejadian. Tapi pada kenyataan hari ini benarkah semua ruang privasi itu benar-benar privasi? Termasuk di saat teman-teman sedang menonton video ini, di ruang dan perantara yang sedang teman-teman genggam.  

 

Video Musiknya dapat diakses di channel Youtube Benten +62, dan tersedia juga di Instagram TV @bentenofficials. Single tersebut telah tersedia di platform musik seperti Spotify, iTunes, dan platform musik lainnya.

 

No comments:

Post a comment