Seminar KOPRI: Tiga Karakter untuk Menjadi Perempuan Hebat - Araaita.net

Breaking News

Tuesday, 20 April 2021

Seminar KOPRI: Tiga Karakter untuk Menjadi Perempuan Hebat

Reporter: Rafika Wahyuni Melina

Editor: Fauziyah Ikrimah

Tangkap Layar: Nailatin saat menjelaskan materi dalam Seminar Nasional via zoom (20/4)

Hari kedua (20/4) Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh KOPRI Komisariat UINSA via zoom, mengundang dosen psikologi UINSA, Nailatin Fauziyah. Dalam seminar yang bertajuk “Semarak Kebangkitan Kartini Muda”, Nailatin menjelaskan tiga karakter penting yang dimiliki oleh para wanita hebat masa kini.

Dalam presentasinya, Nailatin menjelaskan bahwa menjadi seorang wanita hebat perlu memiliki karakter yang hebat pula. Ada tiga karakter yang dipaparkan oleh Nailatin.

Pertama, berdikari. Berdikari sendiri memiliki arti berdiri di atas kaki sendiri dan tidak bergantung pada orang lain. Wanita berkacamata itu menjelaskan, bahwa berdikari tidak selalu mengerjakan semuanya sendiri, ada kalanya membutuhkan orang lain juga. Jika ia bisa melakukannya sendiri, maka tidak perlu meminta bantuan orang lain. Namun, sebaliknya jika memang membutuhkan kerja sama, maka kerja samalah dengan pihak lain.

Kedua, merdeka. Merdeka memiliki arti bebas, lepas dari tuntutan, leluasa, dan tidak bergantung pada orang atau pihak tertentu. Merdeka menurut dosen psikologi tersebut bermakna bebas memikirkan apapun, mengembangkan ide-ide kreatif, menemukan inovasi-inovasi baru, serta melakukan sesuatu dengan kehendak kita. Namun, juga dengan mempertimbangkan hal-hal tertentu.

“Merdeka disini, kita melakukan sesuatu karena kenyamanan bukan karena keterpaksaan,” ujar wanita berjilbab krem tersebut.

Ketiga, mandiri. Mandiri yang dijelaskan oleh Nailatin memiliki lima poin, mengambil keputusan sendiri, berpikir dan bertindak atas kemauan sendiri, memilih dan menentukan pilihan sendiri, percaya pada kemampuannya sendiri, serta bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya. Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa mandiri bukan berarti kita tidak menerima saran dari orang lain, melainkan kita harus terbuka dengan saran-saran tersebut dan memilih satu diantaranya.

“Kita yang memilih saran mana yang kita ambil karena kita tahu konseluensi dari pilihan yang kita ambil,” ucapnya.

Lebih lanjut ia juga mengatakan bahwa kita harus mendengarkan orang lain, jangan sampai memaksakan kehendak, tanpa mau mendengar pendapat dari orang lain.

“Coba mendengarkan, jangan menghegomoni dan berikan kesempatan,” pungkas Dosen Fakultas Psikologi tersebut.

No comments:

Post a Comment