Tidak Seperti Biasanya, Kongres Besar Mahasiswa Universitas XIX Tambah Dua Poin Bahasan - Araaita.net

Breaking News

Friday, 2 April 2021

Tidak Seperti Biasanya, Kongres Besar Mahasiswa Universitas XIX Tambah Dua Poin Bahasan

Penulis : M. I'anur Rofi' dan Rakha Hisyam

Editor : Arfan Eka Wijaya

Proses KBM U yang dilaksanakan pada hari Kamis (25/04)

Ara-Aita - Kongres Besar Mahasiswa Universitas (KBMU) Universitas Islam Negeri Sunan Apel (UINSA) Surabaya diselenggarakan di hotel POP! Surabaya pada Kamis, (24/3). Acara ini digelar oleh Senat Mahasiswa Universitas (SEMA U) dan dihadiri oleh perwakilan Senat Mahasiswa (SEMA) dan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) fakultas, Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP), dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Unit Kegiatan Khusus (UKK) Universitas. Terhitung ada 210 organisasi yang diundang untuk mengikuti kongres ini dan forum dibagi menjadi dua pihak yakni peserta penuh (peserta aktif) dan peserta peninjau.


Ketua pelaksana KBM U XIX, Amir Zaki Hasibuan mengatakan kongres ini diadakan hingga 2 kali karena kongres pada tahun ini berbeda dari tahun kemarin, jika kongres tahun kemarin membahas Anggaran Dasar (AD), Anggaran Rumah Tangga (ART) dan Garis Besar Haluan Organisasi (GBHO), maka pada kongres tahun ini ketambahan 2 poin yaitu pada Rancangan Tata Tertib (RANTATIB) dan Garis Besar Haluan Kerja (GBHK). Namun acara yang dimulai pukul 09.00 WIB hingga 20.30 tersebut masih belum selesai sehingga pembahasan tersebut terkendala keterbatasan waktu penyelenggaraan acara.


“Kongres tahun ini ketambahan 2 poin yaitu RANTATIB pemilihan dan GBHK sehingga pihak panitia dan SEMA U menyepakati untuk mengadakan kongres yang kedua,” tuturnya.

Amir Zaki Hasibuan saat diwawancarai tim LPM Ara Aita


Pelaksanaan KBM U juga diwarnai dengan adanya beberapa sekelompok mahasiswa yang tidak membawa undangan memaksa masuk, namun mereka tidak diperbolehkan masuk dan pada akhirnya mereka memantau dari luar. Ketua Pelaksana Kongres, Zaki Amir Hasibuan membenarkan kejadian ini,


“Kami mempunyai aturan administratif bahwa yang boleh masuk adalah peserta yang membawa undangan, jadi itu diluar kendali saya terkait rombongan tersebut. Saya kira selagi mereka tidak membuat keributan, tidak membuat masalah, ya saya kira tidak masalah mereka memantau dari luar begitu,” ujarnya.


Zaki mengatakan kongres dilaksanakan dengan lancar dan dinyatakan selesai, zaki menganggap perdebatan dalam konteks intelektual merupakan suatu hal yang wajar sehingga tidak ada kericuhan yang terjadi saat KBM U.


“Sekali lagi kami mengatakan dengan tegas tidak ada keributan. Kalo terjadi perdebatan dalam forum ya itu sudah biasa,” Pungkasnya. (ian)


No comments:

Post a comment