Berawal Dari Karyawan Biasa Kini Berubah Menjadi Pengusaha - Araaita.net

Breaking News

Sunday, 13 June 2021

Berawal Dari Karyawan Biasa Kini Berubah Menjadi Pengusaha

Penulis : Diana Intan Mawati

Editor : Rafika


Karyawan UD. Arif Delta Collection


Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur kecamatan yang terkenal dengan mayoritas masyarakatnya menjadi pengrajin tas dan koper. Muhammad Arifin salah satunya, seorang pengusaha tas amatir yang sekarang telah sukses dan memiliki produk sendiri. Awal mula merintis usaha, ia hanya seorang karyawan yang mengambil produk orang lain untuk dikerjakan. Namun suatu hari, ia berinisiatif membuat produk milik sendiri untuk dipasarkan dan ternyata berbuah manis. 


“Dulu Cuma iseng posting tas HP di toko online, ga nyangka banyak yang minat akhirnya saya mencoba membuka usaha sendiri dan Alhamdulillah lancar”, kata Muhammad Arifin saat diwawancarai kru Araaita (10/06/2021).


Sejak tahun 2018 ia mengelola usahanya berbekal pengalaman sebelumnya yang ia peroleh selama menjadi karyawan orang lain. Sistem usahanya, ia menerima pesanan dari internet kemudian ia kirim menggunakan jasa pengiriman. Hasil dari kerja kerasnya menuai hasil, banyak pesanan yang ia terima, tidak hanya satu atau dua pesanan tas, bahkan mencapai ratusan produk yang membuatnya kewalahan jika melakukannya sendiri. Oleh karenanya, ia mencari karyawan untuk membantunya menyelesaikan pesanan tas yang semakin hari semakin banyak. Merasa sudah mampu untuk menambah karyawan, ia mulai mengajak pemuda-pemuda yang masih menganggur untuk bekerjasama dengannya. 


 Sejak awal merintis usaha, ia telah menjual berbagai model tas, mulai dari tas wanita, tas HP dan banyak lagi. Menuai kesuksesan dari usahanya, omeset yang diperoleh dapat ia gunakan untuk merenovasi rumah dan melengkapi alat-alat untuk produksi usahanya. 


”Alhamdulillah, usaha tidak mengkhianati hasil dan terus berjuang”,katanya. 


Namun, di tahun 2020 sejak merebaknya covid-19 ke Indonesia membuat berbagai industri menjadi terhenti termasuk industri tas miliknya.


“Ya sempat terhenti tapi masih terus menyelesaikan produksi yang belum rampung” ungkapnya. 


Sejak penjualan kerajinan tas tersendat selama hampir satu tahun lamanya, keuntungan yang ia peroleh menurun. Separuh dari karyawannya berhenti bekerja karena tidak banyak lagi yang perlu dilakukan. Kondisi ini membuat hampir seluruh pengrajin tas berhenti memproduksi tas dan sempat kebingungan untuk memasarkan produk mencari pemasukan.

 

 Dibalik usahanya yang sempat terhenti ia masih terus berjuang memasarkan sedikit demi sedikit produknya dan memulihkan kembali usahanya. Semangat pantang menyerahnya berbuah manis, produk tasnya kembali banyak mendapat pesanan dan karyawan yang sempat dihentikan kini juga kembali bekerja.”Intinya sih berdoa, rezeki udah ada yang ngatur”, pungkasnya.

No comments:

Post a Comment