Daya Tarik Monumen Kapal Selam Sebagai WIsata Edukasi - Araaita.net

Breaking News

Tuesday, 22 June 2021

Daya Tarik Monumen Kapal Selam Sebagai WIsata Edukasi

Penulis : Maulita Dwi Ambarsari & Andhani Kholisotul Muklisoh

Editor : Rafika

Sumber : Google


Monumen Kapal Selam atau biasa disebut Monkasel, salah satu tempat wisata edukasi yang patut dikunjungi untuk mengetahui lebih dalam tentang kapal milik angkatan laut tersebut.


Kapal selam yang dijadikan monumen ini merupakan kapal selam KRI Pasopati 410 dari Armada Divisi Timur yang dulu pernah terlibat dalam operasi pembebasan Irian Barat melawan Belanda. 


Pada awal pembangunan monumen, KRI Pasopati 410 dibagi menjadi 16 bagian, yang kemudian disusun menjadi satu. Hingga pada tahun 1998 monumen selesai dibangun dan dibuka untuk umum.

 

Lokasi yang berada di pinggir Jalan Pemuda membuat Monumen ini terlihat sangat jelas dan mudah ditemukan. Pemandangan cityligh dan sungai Kalimas yang berada tepat dipinggir monumen, membuat Monkasel terlihat jelas berdiri gagah dengan warna hijau army nya. 


Monkasel menjadi tempat yang tepat bagi yang ingin mempelajari seluk beluk sejarah kapal selam. Tidak hanya belajar sejarah, pengunjung juga dapat menonton video rama yang menyajikan film sinematik tentang kapal selam KRI 410 saat menjalankan tugasnya menjaga kemanan NKRI dilengkapi dengan suara yang membuat penonton merasakan vibesnya. 


Monumen Kapal Selam ini buka pada hari selasa hingga minggu mulai pukul 09.00-19.00 WIB, dengan biaya masuk Rp. 15.000, dan mendapatkan semua fasilitas yang ada di dalam monumen.


Pada akhir-akhir ini jumlah pengunjung Monkasel bertambah sejak berita tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala 402. Hal ini juga dibenarkan oleh penjaga tiket monumen.


“Cukup ramai pengunjung beberapa bulan ini sejak berita KRI Nanggala 402, mungkin mereka penasaran dan ingin mengetahui kurang lebih apa yang ada di dalamnya,” ungkap penjaga tersebut.

 

Menurut pengunjung monumen kapal selam, tempat yang strategis karena berada di tengah kota juga bersebelahan dengan pusat berbelanja membuatnya tertarik untuk datang. Selain itu, juga mengenalkan kepada anak tentang hal-hal bersejarah yang ada. 


“Sebenarnya datang kesini untuk mengenalkan hal bersejarah pada anak, dasarnya saja tidak perlu terlalu dalam. Setelah dari sini kita juga bisa main ke Plaza Surabaya,” Ujar Anam sebagai salah satu pegunjung.

No comments:

Post a Comment