Dokter Psikiater: Kurangi Overworking, sebagai cara pencegahan stress - Araaita.net

Breaking News

Sunday, 20 June 2021

Dokter Psikiater: Kurangi Overworking, sebagai cara pencegahan stress

Reporter: Lutfiani Intansari, Zafira Ubaida

Editor: Rafika


I Putu Belly Sutrisna saat memberikan materi dalam acara FAM Health Indonesia pada Sabtu (19/6) 


dr. I Putu Belly Sutrisna, dokter psikiater di RS Balimed Denpasar membagikan tips untuk mencegah stress dalam acara yang diselenggarakan FAM Health Indonesia pada Sabtu (19/6). 


Dokter asal Bali ini mengatakan untuk meminimalisir akibat stress yang berdampak negatif terhadap diri sendiri ataupun orang lain perlu adanya pencegahan. Seperti mengatur pola makan yang sehat serta diimbangi dengan tidur yang cukup, olahraga rutin, manajemen waktu yang baik dengan mengurangi overworking.


“Agar tidak berdampak buruk bagi diri sendiri dan orang lain, perlu adanya pencegahan stress yang bersifat negatif, salah satunya kurangi overworking” jelas Belly.


Alumni Univeristas Indonesia ini  menjelaskan stress merupakan cerminan dari reaksi psikologis dan fisiologi terhadap lingkungan individu yang memerlukan suatu tindakan atau solusi.


Dokter Belly juga menegaskan reaksi stress dibagi berdasarkan jenisnya, stress, eustress, dan distress. Proses reaksi stress yang dialami masing-masing individu akan menghasilkan reaksi berbeda-beda sebagai bentuk pertahanan diri seseorang.


“Setiap individu pasti pernah mengalami stress, hal ini penting baginya karena merupakan salah satu mekanisme pertahanan diri individu tersebut”  ungkap Belly Sutrisna.


Tak hanya itu, Dokter Belly juga menambahakan tidak semua stress itu negatif. Adapun stress yang bersifat positif disebut eustress.  Dimana seorang individu mempunyai energi tinggi untuk mencapai target yang ada di pikirannya. Sedangkan distress berdampak negatif baik psikologis maupun fisiologis.


“Kebanyakan orang menganggap stress adalah beban negatif, mereka tidak menyadari kalau semangat yang menimbulkan energi untuk mencapai targetnya termasuk eustress”  ungkapnya.


Dalam penanganan stress yang bersifat negatif atau distress, Belly mengatakan bahwa jika adanya penanganan sebagai suatu tindakan atau solusi stress dengan cara koping atau melakukan hal-hal yang positif dan pengobatan yang telah terbukti aman. Jika level stressnya rendah maka cukup melakukan relaksasi dan jika level stressnya sedang atau berat maka perlu dilakukan bantuan pengobatan oleh ahli profesional.


Stress memiliki level rendah, sedang, dan berat untuk menentukan tindakan atau solusi penanganan stress yang dialami individu” pungkasnya.

No comments:

Post a Comment