Overthinking Kikis Pikiran, Damailah dengan Diri Sendiri - Araaita.net

Breaking News

Thursday, 10 June 2021

Overthinking Kikis Pikiran, Damailah dengan Diri Sendiri

Penulis: Lutfiani Intansari

Editor: Rafika


Istilah overthinking bukanlah hal yang baru dikalangan milenial. Overthinking adalah istilah untuk seseroang yang terus menerus memikirkan suatu hal secara berlebihan. Menurut Ahmadi salah satu ahli psikologi menjelaskan overthinking merupakan suatu proses penyelesaian masalah atau proses berpikir yang terlalu berlebihan, sehingga memberikan kerugian dan manfaat tergantung intensitas yang dilakukan.


Overthinking mengarah kepada rasa khawatir dan cemas yang timbul akibat suatu hal yang sedang ia kerjakan, penyesalan diri di masa lalu, dan bahkan hal yang akan terjadi. 


Overthinking menjadi hal baik karena artinya seseorang memikirkan segala kemungkinan yang terjadi. Tetapi disisi lain, overthinking dapat membuang waktu dan energi yang hanya menimbulkan kecemasan.


Hal ini normal terjadi pada semua orang, akan tetapi perempuan cenderung sering overthinking dibanding laki-laki karena memang sifat dasar perempuan yang lebih mengutamakan perasaan daripada logika. Seperti yang diutarakan John Gray pada bukunya yang berjudul Men from Mars, Woman from Venus, banyak orang berpendapat bahwa perempuan berpikir dengan perasaan atau emosi, sedangkan laki-laki mengedepankan logika.

 

Perempuan juga sering mengalami insecurities sehingga munculah overthinking dan berkurangnya rasa kepercayaan. Perempuan memiliki banyak tuntutan sosial seperti harus bisa masak, mengerjakan tugas rumah tangga, bisa dandan, feminim, dll. Tuntutan sosial seperti inilah yang bikin perempuan jadi lebih merasa khawatir. Perempuan seakan ditekan untuk bisa menyenangkan hati banyak orang. 


“Eh, kamu kok kurusan?” atau “kok makin gendutan sih sekarang”. Ungkapan ini sering dilontarkan apalagi saat berkumpul dengan teman bahkan keluarga yang sudah lama tidak bertemu. Pertanyaan yang mengarah ke body shaming ini sering membuat perempuan merasa cemas dan overthinking sehingga percaya dirinya berkurang. Banyak sekali tentunya penyebab overthinking, seperti masalah keluarga, hubungan, pekerjaan, studi, dll.


Terlalu banyak berpikir dapat menyebabkan seseorang menilai dirinya sendiri dan dapat mengakibatkan stress pada dirinya, yang tanpa disadari juga dapat menimbulkan masalah. Hal ini mengakibatkan dampak pada terganggunya produktivitas dan kesehatan. 


Mereka lebih rentan mengalami cemas, sedih, dan pikiran negatif yang berkelanjutan sehingga mengakibatkan seseorang tidak bisa berdamai dengan dirinya sendiri. Kebanyakan orang justru merasa memiliki sesuatu yang dipikirkan dan direnungkan tanpa henti. Mengakibatkan mereka menyerap pemikiran negatif yang muncul dan pesimis pada masalah yang dihadapinya.


Oleh karena itu, coba hindari kebiasaan overthinking dengan cara mengubah pola pikir yang positif, memupuk rasa syukur dan menghindari selftalk negatif dapat mengurangi kebiasaan overthinking.


Selftalk merupakan istilah yang menandakan bahwa seseorang mengkritik dirinya sendiri. Hardy & Jones menyatakan bahwa selftalk merupakan salah satu teknik keterampilan mental dasar dalam latihan keterampilan mental. Saat overthinking selftalk lebih mengarah ke hal negatif. “Kenapa saya begini” atau “harusnya saya ..., jadi gak akan kaya gini”. Menggumamkan suatu penyesalan membuat semakin terpuruk sehingga menjadi lebih sulit untuk bangkit dan berpikiran secara berlebihan.


Setiap individu harus mampu mengendalikan pikiran mereka, agar tidak terjadi overthinking. Dengan ini, dapat membantu mereka terhindar dari kecemasan akibat pikiran belebih.

No comments:

Post a Comment