Takdir Dewi Ayu, Tak Secantik Rupanya - Araaita.net

Breaking News

Thursday, 24 June 2021

Takdir Dewi Ayu, Tak Secantik Rupanya

 


Judul Buku : Cantik Itu Luka

Penulis : Eka Kurniawan

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit : 2015

Tebal Halaman : 496

Peresensi : Ervina Putri Dwi Magfiroh


Cantik Itu Luka merupakan karya yang ditulis oleh Eka Kurniawan. Cerita bermula ketika kejadian mistis yang tidak masuk akal terjadi di Halimuda, dimana seorang pelacur yang sangat terkenal pada masanya bangkit dari kubur. Kejadian itu membuat orang-orang kampung sekitar pemakaman bergerombol dibalik semak belukar ceri, jarak dan di kebun pisang. Perempuan tua itu berdiri dengan keadaan masih terbungkus kain kafan yang bersih padahal telah meninggal 21 tahun yang lalu. Dewi Ayu meninggal setelah dua belas hari melahirkan bayi keempatnya yang buruk rupa.


Dewi Ayu merupakan perempuan yang terpaksa menjadi pelacur pada masa penjajahan Jepang hingga membuatnya sangat tersohor di Halimuda. Dewi Ayu sangat terkenal pada masa itu karena parasnya yang begitu cantik, hingga banyak pria yang memakai jasanya untuk melampiaskan nafsu bejatnya. Karena pekerjaan kotor yang dijalaninya membuat Dewi Ayu hamil tanpa mengetahui siapa bapak dari anaknya.


Wanita itu telah melahirkan tiga putri dengan paras yang sangat cantik seperti dirinya. Kemudian, Dewi Ayu mengandung anak keempatnya diusia yang sudah cukup tua, ia sudah lelah mengandung anak yang tidak diketahui siapa bapaknya. Bahkan Dewi Ayu melakukan berbagai macam cara untuk melenyapkan bayi itu namun, segala usahanya sia-sia. Ia pun selalu berdoa kepada Tuhan agar anak keempatnya ini memiliki wajah yang buruk rupa. Hingga akhirnya Dewi Ayu melahirkan bayi itu dan benar saja, bayi yang keluar dari rahimnya benar-benar buruk rupa.


Setelah kelahiran anak keempatnya Dewi Ayu enggan melihat wajah putrinya karena menganggap bahwa anak itu pasti memiliki rupa cantik seperti ketiga kakaknya. Akhirnya Dewi Ayu memilih  'Cantik' sebagai nama dari bayi buruk rupa itu. Setelah melahirkan anak keempatnya Dewi Ayu melakukan banyak hal gila seperti membeli kain kafan untuk membungkus dirinya dan berbaring seharian berselimut kain putih itu. Ia berharap malaikat maut segera mencabut nyawanya sebelum ia kembali mengandung anak dari pekerjaan kotornya itu.


Novel bergenre fiksi sejarah ini memiliki gaya bahasa yang mudah dimengerti. Novel ini memiliki bumbu komedi cukup menghibur dan alur yang digunakan cukup kompleks sehingga membuat pembaca sulit menerka-nerka bagaimana akhir dari cerita ini. Dari novel ini juga kita dapat memetik hikmah bahwasanya kecantikan juga bisa menjadi malapetaka bagi perempuan. Novel dengan latar sejarah pra kemerdekaan ini tidak disarankan untuk pembaca yang dibawah umur karena mengandung banyak kata-kata yang cukup vulgar.

No comments:

Post a Comment