The Boy in the Striped Pajamas : Persahabatan tanpa melihat latar belakang - Araaita.net

Breaking News

Monday, 21 June 2021

The Boy in the Striped Pajamas : Persahabatan tanpa melihat latar belakang

Penulis : Diana 

Editor : Sachi

Sumber : Google

Judul : The Boys In The Striped Pajamas

Sutradara : Mark Herman

Pemeran : Asa Butterfield,Vera Farmiga, David Thewlis

Jack Scanlon, David Hayman, Rupert Friend

Produksi : BBC Films Heyday Films

Tanggal rilis: United Kingdom: 12 September 2008

Israel: 30 Oktober 2008

Amerika Serikat: 7 November 2008

Durasi : 94 menit

Perensi : Diana Intan Mawati 


The boys in the striped pajamas adalah sebuah film fiksi berlatar belakang perang dunia ke-II. Film ini menceritakan mengenai persahabatan antara 2 orang anak lelaki bernama Bruno (Asa Butterfield) dan Shamuel (Jack Scalon) dengan latar belakang kehidupan mereka yang sangat berbeda. Bruno seorang anak dari kolonel NAZI yang hidupnya serba berkecukupan, sedangkan Shamuel merupakan anak yahudi yang ditahan di dalam camp konsentrasi NAZI.


Kisah berawal dari kepindahan keluarga Bruno ke sebuah daerah tempat dimana ayahnya dipromosikan. Pada saat perpindahan keluarganya, Bruno yang sebelumnya memiliki banyak teman kini hanya berdua bersama kakaknya.


Di dalam kamar Bruno melihat keluar jendela dan melihat sebuah lapangan yang ia kira mungkin dapat menemukan teman baru disana, ia turun kebawah meminta izin untuk pergi ke lapangan itu. Sampai akhirnya datang sebuah tukang sayur dengan penampilan yang menurutnya cukup aneh, sambil ia melihat gerak-gerik tukang sayur itu ia melihat mengapa ia memakai piyama bergaris yang dilapis celana lain. Saat ia akan menanyakan keanehan tersebut kepada ibunya ia disuruh untuk kembali ke kamarnya.


Saat akan kembali menuju kamarnya ia bertemu dengan ayahnya dan bertanya hal aneh yang ia lihat sebelumnya kepada ayahnya, anehnya lagi ayahnya bersikap kebingungan untuk menjawab pertanyaan Bruno. Hari demi hari berlalu, berbeda dengan kakaknya yang dapat dengan mudah beradaptasi dengan tempat baru Bruno justru merasa sangat bosan karena tidak memiliki teman. Hingga suatu ketika ia menemukan pintu kecil di belakang rumah dan situasi disekitar rumahnya sepi ia berlari menuju pintu kecil itu dan menjelajahinya.


Setelah memasuki pintu kecil itu, Bruno berlari menyusuri hutan hingga ia bertemu dengan pagar berduri yang sedikit jauh dari rumahnya. Rasa penasaran membuat Bruno menghampiri lebih dekat pagar berduri itu dan disana ia pertama kali bertemu dengan Shamuel di tahanan camp konsentrasi NAZI. Mereka berkenalan dan berbincang mengenai rumah, tiba-tiba pluit ditiup sangat keras dan Shamuel pergi meninggalkan Bruno sendirian. Sesampainya dirumah, Bruno mencari bolanya untuk bermain kembali dengan Shamuel, benar saja waktu ibunya pergi ke kota dan tidak ada penjaga yang melihatnya ia kembali menemui Shamuel dengan membawa banyak makanan karena sebelumnya Shamuel sempat bertanya mengenai makanan kepada Bruno.


Hingga ada satu hal tak terduga yang membuat Bruno memilih untuk menjauhi Shamuel. Setelah perbuatannya terhadap Shamuel, ia merasa bersalah dan kembali menemuinya di tempat biasanya mereka bertemu dan meminta berteman kembali. Shamuel menceritakan bahwa ia tidak dapat menemukan ayahnya yang tiba-tiba menghilang. Bruno mendapat ide untuk melewati pagar berduri itu dan menolong Shamuel mencari ayahnya dengan menyamar menjadi salah satu dari mereka. Hingga ibunya sadar bahwa Bruno menghilang dari rumah, seluruh orang pun panik mencari Bruno. Sedangkan Bruno yang berada di dalam sana tiba tiba digiring masuk ke sebuah tempat yang sempit dan membuka bajunya. Dari atas terdapat seorang yang menuangkan bubuk kimia. Bubuk kimia itu adalah sebuah bubuk yang digunakan untuk memusnakan manusia. Keluarga Bruno sadar bahwa Bruno berada disana dan menjadi korban rencana ayahnya sendiri dan meninggal bersama tahanan yang lain.


Meskipun film ini berlatar belakang masa lalu, dari segi visual audio dan video cukup baik untuk ditayangkan di era modern seperti ini. Gayanya yang klasik tapi tidak kuno membuat kesan masalalu terlihat jelas dalam film ini. Namun sayangnya, latar belakang perang dunia ke-II kurang tergambar jelas karena di film ini tidak ada scene perang satupun. Perang yang tergambar dalam film ini hanya penculikan dan perbudakan oleh tentara NAZI terhadap Yahudi. Lokasi film yang hanya itu-itu saja membuat sudut pandang terlihat sedikit sempit.


Dibalik film yang menceritakan mengenai kehidupan persahabatan antara anak Yahudi dengan anak kolonel NAZI, film ini termasuk kedalam film yang alurnya dapat dipahami dan tidak membuat penonton merasa jenuh dipertengahan film. Ada juga pelajaran yang dapat diambil bahwa perbedaan bukan alasan besar untuk berteman. Film ini juga merupakan film yang dapat ditonton bersama keluarga dan layak untuk berbagai usia.

No comments:

Post a Comment