Kapolda Jawa Tengah Menjadi Narasumber dalam Webinar Nasional PMII Rayon Dakwah UIN Sunan Ampel Surabaya - Araaita.net

Breaking News

Thursday, 29 July 2021

Kapolda Jawa Tengah Menjadi Narasumber dalam Webinar Nasional PMII Rayon Dakwah UIN Sunan Ampel Surabaya

Reporter: M. I'anur Rofi'

Editor: Lukman al-Farisi

Tangkapan Layar: Kapolda Jawa Tengah saat menyampaikan materi webinar

SURABAYA  - Berbagai upaya penanggulangan dilakukan oleh pemerintah untuk meredam penyebaran virus corona. Salah satunya, kebijakan pembatasan aktivitas masyarakat dengan menerapakan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) dalam rangka percepatan penanganan covid-19, kebijakan itu diharapakan dapat menurunkan laju kasus penularan virus corona yang terus melonjak. 

Namun kasus covid-19 terus naik, kemudian pemerintah menerapakan kebijakan yang lebih ketat yakni Pemperlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Mikro lalu diganti lagi PPKM level 1, 2, 3 hingga level 4 hal itu setelah dianggap tidak mampu menekan virus corona. Tentu oleh sebab itu, dampak dari pembatasan aktivitas masyarakat sangat dirasakan hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat, tidak hanya soal kesehatan, namun juga sektor sosial ekonomi juga mengalami dampak serius oleh bencana non alam atau covid-19 ini.

"Semua mempengaruhi atas adanya wabah covid-19, dampaknya semua aspek, sektor sosial dan ekonomi," kata Irjen Pol Ahmad Luthfi, Kapolda Jawa Tengah, saat jadi narasumber Webinar Nasional PMII Rayon Dakwah dan Komunikasi Komisariat UIN Sunan Ampel Cabang Surabaya, melalui virtual zoom meeting, dengan tema "Ketahanan Warga Pergerakan di Masa Pandemi” pada Rabu malam (28/07/2021).

Lanjut Luthfi menyatakan, upaya untuk menekan penyebaran virus corona tidak cukup dipasrahkan pada pemerintah, tetapi semua lapisan masyarakat harus berperan aktif dan sekaligus masyarakat patuh menjalankan protokol kesehatan. Sebab, kebijakan apapun dari pemerintah tujuannya untuk kesehatan dan keselamatan masyarakat. 

"Termasuk warga pergerakan harus eksis membantu. Karena untuk mengatasi dan mencegah covid harus bersama-sama," pintanya.

Kendati demikian, Luthfi berharap pada masyarakat laju penyebaran virus yang semakin ganas, maka masyarakat tetap harus memulai kebiasaan kehidupan baru. Dengan memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjaga jarak, menjahui kerumunan dan menghindari makan bersama dan yang penting saling menyadarkan satu sama lain.

"Tidak bisa dilakukan sindiri penanganan covid, semua harus bergerak dan perlu kesadaran bersama. Dan semua harus menerima itu," tutur Luthfi.

Masih kata Luthfi, upaya pencegahan  penyebaran covid-19 terus dilakukan oleh pemerintah dengan melakukan program vaksinasi sebagai bentuk upaya membentuk herd immunity atau kekebalan tubuh. Sebab, hampir semua pasien covid yang meninggal, karena mereka belum di vaksin.

"Makanya kami bersama pemerintah terus mendukung program vaksinasi. Sekali lagi covid belum ada obatnya. Vaksinasi hanya untuk meningkatkan kekebalan tubuh," tutupnya.

Sementara itu, pemateri lain, Ngainun Hadi menyampaikan, dampak pandemi covid-19 ini menimbukan adanya ketidak pastian kapan berakhir. sehingga sangat berpengaruh terhadap sektor ekonomi terutama industri akibatnya melemah dan berimplikasi terhadap berhetinya sebuah usaha, seperti memicu kepada pemberhentian beberapa karyawan.

"Tentunya ada dampaknya di masa pandemi bagi para pegusaha. Maka untuk bisa bertahan, perlu ada inovasi, kreatifitas dan pemanfaatan teknologi," ujar Ngainun, pengusaha asal Jakarta itu singkat.


Tangkapan Layar: Abdul Chaliq Baya saat memaparkan materi


Tak jauh berbeda disampaikan Choliq Baya Direktur Radar Jember Jawa Pos Gruop, dia menyebut dampak dari pandemi tidak hanya dialami oleh pengusaha tetapi juga merambat ke industri media, meskipun tidak terlalu. Termasuk omset usaha periklanan menurun. Sehingga sebagian media kolaps, ada media banting setir dari media cetak ke media online.  

"Saya kira semua media mengalami dampak pandemi. Langkahnya agar bisa bertahan iya harus berinovasi, kreatif, mulai dengan melakukan perubahan format multi platform," ujar Choliq Baya.

Narasumber lain, Dr. Chabib Musthofa, M.Si, Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) UIN Sunan Ampel Surabaya menyebutkan, pada masa pandemi tentu menjadi tantangan tersendiri bagi warga pergerakan. Bagiaman mereka bisa survive di tengah ketidak pastian akan pandemi kapan berkakhir.

"Bagaiman cara menghadapi pandemi, Tentu ini tantangan bagi warga pergerakan, menguji kematangan berfikir dan daya kreativitas," tukas Chabib Singkat. (**)

No comments:

Post a Comment