Strategi Sukses Goal Beasiswa - Araaita.net

Breaking News

Tuesday, 6 July 2021

Strategi Sukses Goal Beasiswa

Penulis : Andhani Kholisotul Muklisoh

Editor : Rafika

Sumber : Instagram

Araaita.net - Senat Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) menggelar webinar pada Selasa,(6/7) dengan tema “Scholarship Talk: Merajut Asa Mahasiswa Meraih Cita Bersama Beasiswa”. Dengan menghadirkan dua narasumber dan satu moderator.


Penerima beasiswa 5000 Doktor Kementerian Agama, Aris Bahari Rizki menjelaskan dengan sangat rinci terkait strategi meraih beasiswa. Dimana ada tujuh cara yang ditawarkan. Mulai dari meluruskan niat, menuliskan mimpi di atas kertas, meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris, mengikuti media sosial sponsor beasiswa, mencatat tanggal penting, membangun networking sesama scholarship hunters, dan proactive.


“Meluruskan niat adalah langkah pertama dalam meraih beasiswa,” jelasnya.


Selain itu Aris menjelaskan persyaratan umum beasiswa, menurutnya sertifikat kemampuan Bahasa inggris (TOEFL Ibt, TOEFL ITP, IELTS, PTE Academic) sangatlah penting. Tidak hanya itu, personal statement, dan LoA Unconditional menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan.


“Kemampuan Bahasa inggris harus dilatih dan disiapkan jauh-jauh hari,” kata Founder English Button dengan tegas. 


Berbeda dengan Aris, Mhd Handika Surbakti memiliki strategi lain, framework yang ia bangun sendiri dengan singkatan DGPA (Dream, Goal, Plan, Action) berhasil menjadikan dirinya sukses dalam meraih beberapa beasiswa.


“Saat saya menerima beasiswa PBSB UIN Sunan Ampel Surabaya, saya menyiapakannya dengan matang,” ujar  Founder UINSA Student Forum.


Tidak berhenti pada beasiswa di jenjang strata pertama, pada jenjang selanjutnya ia berhasil  mendapatkan beasiswa LPDP Universitas Indonesia.


Mhd Handika pun memaparkan beberapa keuntungan dalam menerima beasiswa, diantaranya dukungan finansial, kesempatan berjejaring, pengembangan diri, dan perluasan cakrawala diri. 


“Ketika kita mendapatkan beasiswa, kita bisa berjejaring dengan orang-orang yang mendapatkan beasiswa juga,” ujar Youth Dev Strategist.


Pada akhir sesi, Alvin Khoiron sebagai moderator mempersilahkan para peserta untuk memberikan pertanyaan. Pada kesempatan ini, salah satu peserta menanyakan tentang tidak percaya dirinya untuk mengikuti seleksi beasiswa. Mhd Handika pun memberikan penjelasan bahwa perasaan seperti ini harus dilawan.


“I'm not in competition with no one, kita harus percaya diri dan menghilangkan fomo yang ada pada diri kita sendiri,”terangnya.

No comments:

Post a Comment