Puluhan Mahasiswa UINSA, Demo Tuntut Kejelasan UKT - Araaita.net

Breaking News

Thursday, 5 August 2021

Puluhan Mahasiswa UINSA, Demo Tuntut Kejelasan UKT

Penulis : Raka dan Anun

Editor : Fika

Massa aksi tak menyerah untuk menduduki gedung Rektorat dan sempat melakukan blokade Jl. A. Yani. 

Araaita.net - Puluhan  mahasiswa yang tergabung dalam 'Aliansi Organisasi Mahasiswa' UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya pada Rabu, (4/8) mendatangi gedung Twin Tower melakukan aksi untuk menyuarakan enam tuntutan mengenai Uang Kuliah Tunggal (UKT).


Aksi ini dimulai dari jam 9 pagi dengan berkumpul di Jatim Expo. Awalnya demonstran dihadang oleh polisi dan satpam kampus, tidak diperbolehkan memasuki area kampus. Sehingga pada pukul 11.30 diizinkan untuk menemui untuk  menyuarakan tuntutan aksi. Namun rektor UINSA Masdar Hilmy, hanya mengizinkan menyampaikan tuntutan di dalam ruang rektorat di lantai 9 gedung Twin Tower.

Kertas putih berisi kesepakatan dari seruan aksi. 

Terdapat enam point tuntutan mahasiswa, diantaranya :


1. Memberikan potongan UKT 50% mahasiswa biasa dan 75% untuk mahasiswa yang tinggal skripsi


2. Memberikan kejelasan mengenai format permohonan pemotongan UKT


3. Pemerataan pendistribusian kuota untuk mahasiswa uinsa


4. Memberikan perpanjangan/angsuran pembayaran UKT dengan jangka waktu 1 bulan


5. Diberikan banding UKT untuk mahasiswa angkatan 2020 dan mahasiswa baru 2021


6. Meminta transparansi anggaran tahun 2020-2021/selama pandemi

Rektor UINSA dan koorlap aksi telah membubuhkan tanda tangan pada surat MoU. 


Setelah adanya audiensi bersama beberapa perwakilan mahasiswa dan rektor, Masdar Hilmy kembali menemui demonstran dengan menyampaikan hasil audiensi dari tuntutan, diantaranya : 


 1. Memberikan potongan UKT dengan varian 15% , 25%, dan 35% bagi mahasiswa dan 75% untuk mahasiswa yang mengerjakan skripsi. Adapun syarat untuk mendapatkan besaran 25% atau 35% diantaranya: 


a. Slip gaji/surat keterangan penghasilan orang tua dari kelurahan.

b. Surat pernyataan orang tua.


2. Melibatkan unsur organisasi kemahasiswaan dalam proses verifikasi dan validasi pemotongan UKT.


3. Permohonan pemotongan ukt sampai tanggal 12 Agustus.


4. Memberikan perpanjangan angsuran pembayaran UKT sampai 14 hari dari awal masuk perkuliahan.


5. Memberikan salinan data pendistribusian kuota mahasiswa dari PUSTIPD.


6. Memberikan banding UKT untuk mahasiswa tahun akademik 2020 dan calon mahasiswa baru 2021.


Masdar Hilmy berharap kesepakatan yang dicapai bersama mahasiswa dapat memberikan ketenangan dan manfaat untuk semua mahasiswanya.


“Semoga dari hasil audiensi ini menjadi Kalimatun Sawa’," ungkapnya.


Husen selaku Koordinator Lapangan (Korlap) aksi mengatakan jika keterlibatan seluruh organisasi mahasiswa diperlukan untuk mengawal respon birokrasi kampus terhadap tuntutan aksi ini. 


"Verifikasinya dibantu Kaprodi, jadi Ormawa seperti Sema, Dema, Himaprodi akan terlibat," tutup Husain saat diwawancara crew Araaita. 

No comments:

Post a Comment