Kasubdit Polda Jatim Sebut Korupsi Sebagai Ancaman Serius - Araaita.net

Breaking News

Friday, 3 September 2021

Kasubdit Polda Jatim Sebut Korupsi Sebagai Ancaman Serius

Nama: Ahmad Ziauddin Sardar
Editor: Rafika

Tangkap Layar: AKBP Agus Prasetyo saat sesi tanya jawab saat pbak online (2/9)

Araaita.net - AKBP Agus Prasetyo, salah satu pemateri pada PBAK online yang dilaksanakan oleh UINSA,  menjelaskan korupsi sebagai ancaman dalam negeri (2/9).

Penjelasan ini bermula dari pertanyaan seorang mahasiswa baru (maba), Nesta yang menanyakan perihal kasus korupsi yang terjadi di Indonesia. 

Dirinya beranggapan bahwa korupsi menjadi ancaman yang pasti untuk saat ini, karena sudah banyak ditemukan kejadian serupa yang kurang dibarengi dengan kesigapan kepolisian dalam penyelidikan.

“Mohon maaf sebelumnya, apakah kasus korupsi bukan termasuk ancaman dalam negeri? Padahal kerugian negara banyak disebabkan dari situ. Bagaimana tindakan selanjutnya dalam penanganan kasus serupa?”, tanya Nesta pada saat sesi tanya jawab.

Agus menjelaskan, bahwa korupsi juga salah satu bentuk ancaman dalam negeri. Ia mengatakan sekarang ada tiga pihak berwenang yang menangani kasus korupsi, diantaranya pihak kepolisian, kejaksaan, dan KPK.

“Korupsi juga salah satu ancaman serius, di Indonesia sendiri ada tiga pihak yang berwenang melakukan penindakan kasus korupsi, diantaranya kepolisian, kejaksaan, serta KPK”, ungkap Agus.

Bukan hanya Nesta, Loka, maba program studi Ilmu Politik juga bertanya tentang korupsi. Ia menanyakan bagaimana jaminan keamanan kepada pihak yang melaporkan jika menemukan kasus korupsi di sekitar tempat tinggalnya. Karena sering terjadi para saksi mendapatkan ancaman serius yang tak terduga.

“Apakah pihak yang melaporkan kejadian (korupsi) dapat dijamin keamanannya, soalnya sering terjadi, saksi takut melaporkan karena mendapat ancaman dari luar”, ujar Loka.

Agus dengan tegas menjawab, apabila menemukan kasus korupsi di lingkungan sekitar, segera laporkan ke pihak berwajib. Ia mengingatkan jika setiap bentuk laporan yang diajukan juga harus memiliki bukti yang cukup, serta akurat. Supaya dapat ditindak lanjuti sesuai prosedur yang ada.

“Jangan asal membuat laporan tapi gaada bukti sama sekali. Karena menjadi tindak kasus penyebaran berita hoax nantinya”, pungkasnya kepada seluruh peserta PBAK.

No comments:

Post a Comment