Subsidi Kuota Menjadi Keluh Kesah Maba 2021 - Araaita.net

Breaking News

Friday, 10 September 2021

Subsidi Kuota Menjadi Keluh Kesah Maba 2021

Penulis : Nabila Aprillia Zahra

Editor : Rafika


Sumber : Google

Keadaan pandemi yang dimulai sejak satu tahun lalu, sampai sekarang belum benar-benar berakhir, kegiatan di luar rumah sangat dibatasi demi kesehatan bersama. Salah satu sektor yang paling terdampak adalah sektor pendidikan, yang dimana mengharuskan para pelajar atau mahasiswa belajar di rumah. Ini tentunya bukanlah yang mudah untuk dilakukan karena banyak problema yang akan dijumpai salah satunya masalah biaya pembelian kuota internet.


Kuota internet sangat diperlukan untuk jalannya kegiatan pembelajaran secara daring selama pandemi ini berlangsung. Namun dalam keadaan serba susah dikala pandemi seperti ini, tidak semua mahasiswa mampu untuk membeli kebutuhan kuota yang digunakan untuk melakukan kegiatan pembelajaran secara daring karena pasalnya, harga kuota internet tidaklah murah dan juga tidak semua mahasiswa memiliki fasilitas wi-fi dirumahnya.


Untuk itu, pada Senin 26 Oktober 2020 Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) telah mengeluarkan surat edaran dengan Nomor: B-2419.1/DJ.I/Dt.I.III/HM.01/10/2020 yang ditujukan kepada Rektor UIN/IAIN seluruh Indonesia bahwasanya Kemenag akan memberikan bantuan paket internet untuk seluruh Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI).


Karena adanya surat edaran dari kemenag tersebut berarti setiap mahasiswa memiliki hak untuk mendapatkan subsidi kuota dari kampus guna untuk memfalisilitasi berlangsungnya kegiatan perkuliahan secara daring. Tidak terkecuali dengan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) yang termasuk dalam PTKI. Namun terhitung sejak mulainya PBAK hingga kegiatan pembelajaran telah berlangsung, pembagian subsidi kuota internet kepada mahasiswa baru 2021 hingga saat ini terbilang belum merata.


Akibat dari hal tersebut tidak sedikit mahasiswa yang mengeluh karena mereka merasa hak yang harusnya mereka dapatkan tidak terpenuhi. Salah seorang mahasiswa mengaku menghabiskan kuota internet hingga 10Gb atau jika di rupiahkan setara dengan Rp. 55.000 dalam sehari saat Kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) berlangsung. Dirinya mengungkapkan bahwa akan sangat kesusahan dan tidak mampu bila harus membeli kuota internet dengan jumlah tersebut setiap harinya.


Ketakutan mahasiswa bertambah ketika kegiatan pembelajaran dimulai. Subsidi kuota internet yang disalurkan masih dirasa belum merata. Banyak mahasiswa yang mengaku belum menerima subsidi kota internet dari kampus. Mahasiswa baru 2021 merasa takut apabila keadaan ini akan terus berlangsung dalam kurun waktu yang lama. Mereka yang kurang mampu membeli kuota tidak akan bisa mengikuti kegiatan pembelajaran secara penuh.


Mahasiswa mulai mempertanyakan bagaimana kejelasan pihak kampus perihal subsidi kuota internet yang harusnya saat ini sudah dibagikan secara merata. Pihak kampus hingga kini belum memberikan kejelasan yang pasti perihal mundurnya pembagian subsidi kuota yang harusnya dibagikan sebelum kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK).


Dalam kasus ini tentunya mahasiswa sangat berharap agar pihak kampus untuk mengklarifikasi apa yang menjadi kendala dari tertundanya pembagian kuota internet. Apakah masih dalam proses pendataan atau memang ada kendala pada salah satu provider. Mahasiswa juga mengharapkan pihak kampus untuk segera membagikan subsidi kuota internet secara merata kepada seluruh mahasiswa baru 2021, yang memang sudah seharusnya menjadi hak mereka. Besar harapan upaya-upaya tersebut dilakukan agar para mahasiswa dapat mengikuti kegiatan perkuliahan daring dengan nyaman dan tanpa ada suatu halangan apapun.

No comments:

Post a Comment