NOSTALGIA PBAK ONLINE - Araaita.net

Breaking News

Monday, 6 September 2021

NOSTALGIA PBAK ONLINE

Editor : Rima 

Penulis : Syifa’

Sumber : Google

Tak terasa tahun telah berganti, dan kini aku sudah menjadi mahasiswi semester tiga saja. Padahal baru kemarin rasanya aku menjadi mahasiswa baru (maba) dan sekarang sudah akan memiliki adik tingkat saja. Biasanya di UIN Sunan Ampel Surabaya mengadakan acara pengenalan budaya perkuliahan untuk mahasiwa baru atau biasa disebut PBAK (Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan). 


Haha, aku ingin menertawai diriku sendiri rasanya. Bahkan rupa kampus saja aku tidak tahu, fakultas apa lagi. Dan jangan sampai ketika nantinya keadaan sudah membolehkan kuliah secara langsung ada adik tingkat yang tanya di mana letak kamar mandi. Mau jawab apa aku? Mengetahui fakta itu aku tak bisa berhenti tertawa miris. Ya, beginilah nasibku menjadi mahasiswa angkatan corona. Pengalaman baru yang seharusnya menyenangkan bertemu kawan baru diganti menjadi daring melalui aplikasi saja.


Baru beberapa hari lalu PBAK tahun 2021 telah diselenggarakan. Sama seperti jamanku, masih tetap daring pelaksanaaannya. Hal itu kembali mengingatkanku akan setahun lalu di mana aku masih berpredikat sebagai maba yang juga mengikuti PBAK daring. Di mana sebelum mengawali kegiatan, mandi dan sarapan menjadi hal wajib kulakukan. Melalui pemberitahuan dari panitia dengan berdandan rapi dan menghadap kamera di depan layar laptop aku siap mengikuti kegiatannya.


Selama mengikuti PBAK online dari pagi hingga sore, banyak juga mahasiswa yang mulai jenuh dan bosan. Beberapa kali aku menjumpai mahasiswa yang tidak begitu mematuhi aturan. Ada yang tertidur di kamarnya, bergaya dan berjoget, bahkan makan dan minum. Itu mereka lakukan ketika kamera dalam keadaan masih menyala. Aku tak bisa menahan gelak tawa melihat kelakuan aneh mereka. Namun mereka dengan santainya melakukan hal itu tanpa menghiraukan apapun. Toh, ini juga online jadi tidak akan ada yang menghukumnya nanti. 


Namun, menjadi angkatan pertama yang melakukan PBAK secara daring tentu saja ada rasa sedih dalam diriku. Di mana PBAK yang harusnya menjadi sarana untuk mengenalkan budaya tentang kampus dan perkuliahan, sayangnya harus dilakukan secara tidak langsung dan hanya melalui layar kaca saja. 


Iri rasanya ketika mendengar cerita kakak-kakak tingkat yang pernah mengenyam dunia perkuliahan secara langsung. Bagaimana mereka saling mengenal, saling membantu, saling bercerita, saling bercanda tawa ria bersama teman-teman baru. Aku sangat ingin, tapi keadaan yang tak mungkin.


Aku mengembuskan napas panjang kembali mengingat-ingat masa setahun lalu. Sampai saat ini pun hatiku masih begitu kosong. Kuliah yang kujalani serasa tak memiliki arti yang mendalam bagiku. Aku memang memang mahasiswa yang selalu hadir dalam perkuliahan, tapi jiwaku masih belum merasakan bagaimana menjadi mahasiswa yang seutuhnya.

No comments:

Post a Comment