UINSA Tidak Akan Lakukan PTM Dalam Waktu Dekat - Araaita.net

Breaking News

Friday, 3 September 2021

UINSA Tidak Akan Lakukan PTM Dalam Waktu Dekat

Reporter: Mareta

Editor: Rafika


Konferensi Pers: Retor UINSA saat diwawancarai di Gedung Twin Tower UINSA (2/9).

Araaita.net - Pada konferensi pers di Gedung Twin Tower, Rektor UINSA, Masdar Hilmy mengatakan UINSA belum bisa melakukan Pembelajaran Tatap Muka. (2/9)


Pernyataan yang diberikan Masdar Hilmy, sebagai bentuk jawaban atas pertanyaan apakah UINSA akan melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka. Mengingat pada bulan Agustus lalu, Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur melalui websitenya menyatakan bahwa terdapat 15 daerah sudah berstatus zona orange, salah satunya Surabaya. 


Terkait hal tersebut, menyambut datangnya Tahun Ajaran Baru 2021/2022 melalui Rapat Kerja Komisi X DPR RI, Nadiem Makarim memberikan izin daerah yang berada dalam wilayah PPKM level 1-3 untuk melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). 


Masdar Hilmy juga menambahkan perihal UINSA akan melakukan PTM berdasarkan  instruksi dari Kementrian Agama untuk melakukan pembelajaran tatap muka. Masdar juga menegaskan bahwa memutuskan Pembelajaran secara luring tidak mudah, diperlukan banyaknya pertimbangan dari beberapa faktor.


“UINSA kan dibawahi oleh Kemenag, jadi perlu menunggu instruksi dari sana. Kami tidak bisa semena-mena memutuskan untuk kuliah offline begitu saja,” ucapnya.


Tidak hanya itu, untuk melakukan PTM perlu melakukan peninjauan dari segi kondisi dan keadaan di seluruh wilayah tempat tinggal mahasiswa. Meski begitu, Masdar mengkonfirmasikan kalau sudah ada persiapan untuk menghadapi Perkuliahan Tatap Muka kembali.


“Rencana kapan PTM dilaksanakan itu tidak pasti, namun dari pihak UINSA sudah melakukan beberapa persiapan untuk kembalinya kuliah offline,” ujarnya saat konferensi pers.


Menanggapi keputusan tersebut, mahasiswa mengutarakan pendapatnya, salah satunya mahasiswi jurusan Ilmu Komunikasi semester 3, Kurnia Ananda menyetujui keputusan tersebut. Pasalnya, semenjak semester satu sudah menjalani secara online sehingga terbiasa akan hal tersebut.


“Aku lebih nyaman dengan online, karena masih belum siap kalau tiba-tiba kuliah offline, harus adaptasi lagi”jawabnya melalui via Whattsapp (2/9).


Sedangkan pendapat lain dari mahasiswa Ilmu Komunikasi semester 3 yang tidak setuju atas keputusan tersebut. Alasan utamanya karena kurangnya pemahaman materi dari dosen.


“Sekarang sudah semester 3, Kalau kayak gini terus, gimana mau paham materi,” pungkas Koko Aljabir melalui via Whattsapp (2/9).

No comments:

Post a Comment