Desak Banding UKT dan Pemerataan Kuota, Aliansi Peduli UINSA Lakukan Audiensi dengan Rektorat - Araaita.net

Breaking News

Thursday, 30 December 2021

Desak Banding UKT dan Pemerataan Kuota, Aliansi Peduli UINSA Lakukan Audiensi dengan Rektorat

Penulis : Andhani & Rakha
Editor : Uma Ageng Pathu Prayoga

APU dan pihak rektorat saat melakukan Audiensi di Gedung Rektorat, Kamis (30/12).

Araaita.net - Aliansi Peduli UIN Sunan Ampel Surabaya (APU) yang terdiri dari perwakilan beberapa fakultas pada hari kamis (30/12) mendatangi gedung rektorat untuk audiensi mengenai Banding uang kuliah tunggal (UKT) dan pemerataan kuota.

Audiensi ini dimulai pada jam 10.00 pagi di gedung rektorat lantai tiga. Sebelumnya, perwakilan dari aliansi peduli uinsa terdiri dari lima orang yang telah menunggu sejak jam 09.20. Kedatangan Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan Abu Azam Al Hadi, beserta beberapa (birokrat kampus) lainnya menandai dimulainya Audiensi.  

Terdapat dua point tuntutan mahasiswa, diantaranya.
  1. Penerbitan Surat Edaran terkait banding uang kuliah tunggal (UKT) .
  2. Pemerataan pembagian kuota belajar.

Mahmudin selaku perwakilan APU menyampaikan beberapa tuntutannya kepada birokrat kampus, poin pertama yang disampaikan Mahmudin mendapat tanggapan dari Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, Rijalul Faqih bahwa UKT pada prinsipnya menggunakan subsidi silang yang diberikan kepada mahasiswa yang mampu secara finansial kepada mahasiswa yang kurang mampu secara finansial dalam menanggung biaya operasi perguruan tinggi.

“UKT secara prinsip saling membantu antara yang punya dan tidak, sehingga ada ruang untuk pengajuan banding, jadi silahkan mengajukan banding tanpa perlu surat informasi,” ujar pria berbatik ungu.

Rijalul Faqih menambahkan bahwa pengajuan banding UKT bukan hak semua mahasiswa karena harus ada alasan tertentu untuk pengajuan banding UKT. Namun, pihak rektorat memberikan jalan kepada mahasiswa yang membutuhkan banding UKT.

“Banding itu boleh, tapi tidak untuk semua mahasiswa,” sambungnya dengan lugas.

Point kedua yang diajukan oleh Aliansi Peduli UINSA mendapat tanggapan dari Ade Taufiq bahwa pemerataan kuota sempat mengalami kendala, khususnya provider telkomsel karena ketidaksanggupan pihak telkomsel.

“Diinject provider lain mau, tapi telkomsel engga mau,” ungkap pria berbatik hijau.

Dengan pernyataan yang disampaikan Ade, Fadli salah satu perwakilan APU memberikan pernyataan bahwa pemerataan harus segera dicarikan solusi. Selain itu, Mahmudin menambahkan agar mahasiswa yang sebelumnya belum mendapatkan kuota belajar, mendapatkan dua kali lipat kuota belajar di semester yang akan datang.

“Harus segera merata pembagian kuota belajar, dan adanya dua kali lipat nilai kuota belajar untuk mahasiswa yang belum dapat,” ujar Mahmudin.

Pernyataan Mahmudin di bantah oleh wakil rektor tiga karena setiap satu semester, hanya dapat 1 kuota belajar dan untuk semester berikutnya menunggu kebijakan dari pihak rektor UINSA dan Menteri Agama.

“Untuk semester depan, menunggu kebijakan dari pihak Rektor UINSA dan Menteri Agama jika
Perkuliahan semester depan tetap di adakan daring atau luring,” ucap pria ber batik hijau kosta.

Imas Maesaroh memberikan opsi tentang solusi dari hambatan provider Telkomsel untuk melakukan mediasi terhadap pihak telkomsel pusat.

“Kami akan diskusi dengan pihak telkomsel Pusat yang ada di Jakarta, kami butuh waktu satu sampai dua minggu, dan akan kami sampaikan informasi selanjutnya,”.

Sebelum mengakhiri Audiensi, perwakilan APU mengatakan bahwa masih belum mendapatkan titik terang, dan tidak menutup kemungkinan akan terjadi hal yang tidak diinginkan. Namun, pernyataan tersebut berbanding terbalik dengan pernyataan dari pihak kampus bahwasannya audiensi ini sudah di anggap clear atau sudah menemukan titik terang.

“Tanpa mengurangi rasa hormat, kami mohon maaf nantinya, apabila teman-teman dibawah tidak dapat dikondisikan,” pungkas Mahmudin.

No comments:

Post a Comment