Humor Upaya Mencegah Mad'u Bosan - Araaita.net

Breaking News

Thursday, 30 December 2021

Humor Upaya Mencegah Mad'u Bosan

Penulis : Muhammad Nasrul Hidayat
Editor : Rafika

Sumber : google

Pengajian umum dengan pembawaan yang monoton memberikan dampak jenuh atau bosan bagi mad’u. mad’u diberikan berbagai macam pesan dakwah yang secara umum belum mad’u ketahui. Pemilihian materi tanpa melihat kondisi mad’u, muda atau tua. Akibatnya, mad’u akan mengalami tingkat kejenuhan serta tidak tertarik dengan pesan pesan dakwah yang disampaikan.

Hal ini menjadi momok setiap dai dalam setiap menyampaikan pesan dakwah. Rasa jenuh atau bosan tentunya merupakan sifat alamiah terhadap diri manusia, hal ini bisa disebabkan oleh berbagai macam faktor.

Menurut Syah 2010:164 kejenuhan timbul dari terlalu lama waktu untuk belajar tanpa atau kurang istirahat, belajar secara rutin atau monoton tanpa variasi. Imbasnya dapat memicu rasa membosankan serta kurang optimalnya penyerapan pesan-pesan dakwah.
 
Menekankan pada salah satu materi dan kurangnya interaksi dai dengan mad’u menjadi salah satu faktor timbulnya rasa jenuh dalam diri mad’u. Lebih mefokuskan materi dan tidak melihat kondisi mad’u. Sehingga mad’u merasakan tidak diperhatikan oleh da’i .

Rasa jenuh akan muncul ketika fikiran mad’u tidak lagi terfokus dengan materi. Meluangkan waktu humor agar merefreskan fikiran sejenak memungkin mad’u bisa untuk kembali fokus. Apakah dengan humor dapat membuat mad’u kembali fokus dan tidak jenuh? 

Humor dapat menghindarkan seseorang dari rasa bosan berlebihan, menurut kata Cooper dan Swaf dalam buku "Strategi Pembelajaran Menyenangkan Dengan Humor" menyatakan bahwa humor dapat mendorong audien untuk selalu ceria dan gembira pernyataan ini memungkinkan bahwa penerapan humor humor bisa mengurangi atau menghindarkan rasa bosan mad’u ketika dai menyampaikan pesan dakwah. Oleh karena itu alangkah baiknya apabila para da’i memahami teknik teknik humor sebelum menyampaikan materi ataupun sesaat menyampaikan materi.

Humor menjadi salah satu sarana untuk mengatasi rasa bosan atau jenuh dalam diri mad’u. Terdapat 4 kategori humor menurut Berger yang bisa digunkan ketika berdakwah, yang pertama, bahasa, logika, identitas dan aksi (Berger, 1998:17) akan tetapi penulis sebagai peneliti akan memberikan gagasan berdasarkan pengalaman diperoleh dari ceramah KH Duri Ashari untuk upaya mengatasi rasa bosan mad’u. Hal ini terbukti efektif, mad’u Kh Duri Asari terlihat senang, ceria dan gembira pada pengajian umum dalam acara halal bi halal UIN WALISONGO Semarang.

Memberikan waktu bagi audien untuk menilai seorang da’i di 7 menit awal sebelum menyampaikan pesan dakwah. Tugas da’i 7 menit diawal menjadi pilihan penting untuk memberikan humor diawal. Hal ini akan menjadikan mad’u tertarik dan tidak akan merasa jenuh selama pengajian umum berlangsung.

Selain diawal, humor dapat di lakukan ditengah-tengah penyampaian pesan. Banyak humor humor yang bisa digunakan, humor jenaka, humor action, humor bahasa. Humor bisa diterapkan dengan berkontak fisik, seperti ; bersalaman, menepuk pundak audien. Karena dengan demikian memungkinkan terciptanya chemistry antara mad’u dan da'i yang dapat mengatasi rasa bosan dalam diri mad’u

 Pada dasarnya, keseluruhan penerapan humor dan pemilihan materi menjadi point penting untuk mengatasi rasa kejenuhan atau kebosanan dalam diri mad’u. Penerapan humor dan pemilihan materi memungkinkan terjadinya chemistry yang baik antara mad’u dan da'i.

No comments:

Post a Comment