Relevansi Akhlak Dalam Bersosial dan Bermasyarakat - Araaita.net

Breaking News

Wednesday, 22 December 2021

Relevansi Akhlak Dalam Bersosial dan Bermasyarakat

Penulis: Muchamad Ega Muzaqi

Editor: Rafika

 

Ilustrasi by: Rafika
 

Akhlak memanglah menjadi pembentuk dari sifat kepribadian seseorang yang berasal dari Sang Pencipta. Tak hanya pembentuk sifat kepribadian saja, akhlak juga mengatur hubungan kita dengan Tuhan, hubungan sesama manusia, dan lingkungan sekitar. Meskipun secara kodrati dari Sang Pencipta, akhlak juga muncul dari factor internal dan eksternal setiap orang. Meskipun, pada factor eksternal, perlu adanya doronga, motivasi, dan paksaan dari orang lain untuk membentuk dan menanamkan akhlak yang baik pada diri seseorang.

 

Akhlak setiap orang memanglah berbeda-beda, tergantung dari cara menyikapi dan menempatkannya dengan benar. Satu sisi ia dapat membawa kebaikan dan keberkahan pada diri seseorang tersebut, namun di sisi lain, ia juga dapat merusak sifat kehidupannya. Keadaan itulah yang membuat manusia dapat memilah antara yang baik dan buruk.

 

Seperti kasus yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir ini, kasus pelecehan seksual seorang dosen pada mahasiswi nya. Kasus tersebut bermula dari seorang dosen yang menegurnya dengan ucapan yang kurang sopan di depan ratusan mahasiswa hanya karena ia memakai jeans dan kaos saat ke kampus. Dari kasus di atas dapat diambil intisari bahwa akhlak tidak hanya tentang perbuatan saja, namun bisa melalui ucapan.

 

Selain itu, juga ada kasus pelecehan seksual yang sedang hangat diperbincangkan yaitu kasus pelecehan yang terjadi di pesantren. Kasus ini dilakukan oleh pendiri sekaligus pimpinan sebuah Boarding School di Jawa Barat, yang melakukan pelecehan terhadap 12 santriwati. Kejadian ini sebenarnya sudah terjadi lima tahun silam sejak 2016 hingga 2021. Dari peristiwa tersebut, seluruh santri yang ada di pondok tersebut dipulangkan ke orang tuanya.

 

Pentingnya Berkelakuan Baik

 

Imam ghazali menyatakan bahwa akhlak yang tertanam pada jiwa seseorang akan muncul secara spontanitas jika diperlukan tanpa pertimbangan terlebih dahulu. Akhlak yang baik merupakan salah satu cerminan dari baginda Nabi Muhammad SAW yang diutus untuk menyempurnakan Akhlak sebagaimana hadits berikut: “Sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan akhlak-akhlak yang baik.”

 

Akhlak yang baik minimal ditanamkan oleh orang tua sedari mungkin saat masih kecil, dikarenakan masih sangat mudah untuk diajarkan. Apabila akhlak tersebut diajarkan ketika dewasa, akan lebih sulit terbentuk dan rawan terjadinya kesalahpahaman dalam penyampaiannya. Pembekalan akhlak yang tepat dapat mencegah perkataan yang kasar kepada orang lain serta dapat mengontrol perbuatan yang tidak sewajarnya untuk dilakukan.

 

Melihat contoh kasus yang telah diutarakan sebelumnya bahwa sebagai seorang petinggi yang berwibawa seharusnya memberikan contoh kepada mahasiswa didiknya dengan ucapan yang lebih sopan dan tidak menyinggung perasaan. Dari contoh di atas sudah terlihat jelas orang tersebut tidak memiliki akhlak yang baik dan tidak patut untuk ditiru.

 

Menanggapi kasus kedua, sangatlah tidak patut untuk dilakukan sebab tak hanya berdampak pada dirinya sendiri melainkan juga berdampak pada nama baik sekolah tersebut. Dampak bagi dirinya yaitu ia menjalani hukuman penjara. Selain itu dampak dari peristiwa tersebut mengakibatkan sepinya pesantren itu dan hilangnya kepercayaan masyarakat. Khususnya  orang tua, yang enggan untuk menempatkan atau menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah tersebut,  karena takut terjadi hal yang serupa

 

Melihat hal tersebut, tentu saja sifat atau perilaku dari pimpinan sekolah tersebut termasuk dalam akhlak yang buruk atau akhlak mazmumah. Banyak kemudlaratan yang dihasilkan, dan merugikan banyak pihak. Sehingga, perlu dipertimpbangkan dan dipikirkan kembali, sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari untuk menghindari hal tersebut. Jika pimpinan sekolah tersebut, mampu menjaga sikap dan perilakunya, tentu akan menjadi tauladan yang baik bagi murid-muridnya.

 

Banyak manfaat yang diperoleh saat berbuat baik, diantaranya yaitu semakin banyak orang yang senang dengan kita sebab selalu memberikan manfaat kepada orang lain. Selain itu, ada manfaat lainnya seperti memotivasi orang lain untuk berbuat baik juga, menebar aura positif, dan sebagainya. Sebagai contoh kecil akhlak yang baik dalam lingkungkan keluarga yaitu kita sebagai seorang anak haruslah berbakti kepada orang tua. Dari situlah kita dapat menerapkannya tak hanya pada lingkup keluarga saja namun pada lingkup sosial bermasyarakat.

 

Peran Akhlak Dalam Sosial Bermasyarakat

 

Dalam kehidupan ini kita sebagai manusia yang membutuhkan orang lain haruslah mematuhi etika dan nilai-nilai norma berlaku. Kita membutuhkan bantuan kepada orang dan tak mungkin bisa melakukannya sendiri. Di samping itu, kita harus berinteraksi dengan orang terdekat agar tidak disebut sebagai manusia individualis. Karena pada hakikatnya manusia adalah makhluk sosial, yang membutuhkan orang lain dalam hidupnya. Hal ini tak luput juga dari peran akhlak masing-masing individu.

 

Peran akhlak dalam sosial masyarakat merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan karena keduanya saling berhubungan. Kedua barometer tersebut merupakan acuan dalam keberlangsungan hidup dan sangat penting diketahui untuk memperoleh timbal balik orang sekitar. Perananan akhlak sosial bermasyarakat yaitu saling membantu sesama jika ada yang kesusahan. Jika akhlak yang ada pada lingkungan sosial tersebut diterapkan, maka terciptalah kekeluargaan yang harmonis dan menjadikan sistem masyarakat yang diharapkan sesuai keinginan.

 

Selain peranan di atas, akhlak juga tak lepas dari kehidupan bernegara. Akhlak dalam negara berperan sebagai gambaran bagaimana orang tersebut terhadap bangsa dan negaranya. Semakin banyak orang itu berbuat kebaikan pada negaranya, maka negara yang ditempatinya baik juga. Jika ada satu saja akhlak yang buruk sebagaimana yang telah disinggung pada contoh kasus sebelumnya, pemerintah berhak mengambil langkah tegas memberikan sanksi pada pelaku sesuai undang-undang yang berlaku.

 

Kesimpulan

 

Pada hakikatnya akhlak merupakan suatu keadaan dimana jiwa dan kepribadian melebur jadi satu yang mencerminkan perilaku baik buruknya seseorang dan menjadi acuan dalam bertingkah laku tanpa pertimbangan serta muncul secara spontanitas.

Akhlak memanglah menjadi pembentuk dari sifat kepribadian seseorang yang berasal dari Sang Pencipta. Tak hanya membentuk sifat kepribadian saja, akhlak juga mengatur hubungan kita dengan Tuhan, hubungan sesama manusia, maupun hubungan dengan alam sekitar.

 

Akhlak yang baik minimal ditanamkan oleh orang tua sedari mungkin sejak dini, karena masih sangat mudah untuk diajarkan. Banyak manfaat yang diperoleh saat berbuat baik, di antaranya yaitu semakin banyak orang yang senang dengan kita sebab selalu memberikan manfaat kepada orang lain.

 

Dalam kehidupan ini kita sebagai manusia yang membutuhkan orang lain haruslah mematuhi etika dan nilai-nilai norma berlaku. Di samping itu, kitaharus berinteraksi dengan orang terdekat agar tidak disebut sebagai manusia individualis.

 

Kedua barometer tersebut merupakan acuan dalam keberlangsungan hidup dan sangat penting diketahui untuk memperoleh timbal balik orang sekitar. Peran akhlak pada sosial bermaasyarakat yaitu saling membantu sesame jika ada yang kesusahan, dan lain-lain.

No comments:

Post a Comment