RESOLUSI SEBAGAI PROSES MENUJU KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK - Araaita.net

Breaking News

Friday, 31 December 2021

RESOLUSI SEBAGAI PROSES MENUJU KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK

 


Perayaan tahun baru di penghujung 2021 merupakan momentum dalam menyambut kebahagiaan seluruh makhluk bumi yang biasa diperingati dengan beragam aktivitas yang dilakukan. Seperti berkumpul dengan sanak saudara, teman-teman, rekan kerja, atau melakukan pesta kembang api maupun bakar-bakar ikan. Hal ini merupakan sebuah tradisi di setiap penghujung tahun. Berbagai acara spektakuler dan perayaan besar-besaran bahkan menghabiskan dana hingga ratusan juta untuk menyambut pergantian tahun. Segala seremonial disiapkan dan ditayangkan di media ataupun televisi nasional dalam rangka mengakhiri tahun 2021 dan memulai tahun 2022 sebagai awal tahun yang baik.

Selain mengadakan acara perayaan, biasanya setiap orang mengingat-ingat kembali pencapaian atau kejadian yang sudah dilalui selama satu tahun terakhir. Menceritakan hal suka duka yang telah di lewati, tentu lebih menyenangkan dari pada masa-masa perjalanannya, itu sebabnya hal ini adalah moment yang pas dilakukan ketika mengakhiri dan mengawali tahun.

Tak lepas dari itu, pada saat awal tahun yang biasa orang-orang lakukan adalah menyiapkan list harapan baru untuk satu tahun kedepan yang akan dilalui, sebagai bentuk perbaikan dari tahun sebelumnya. Menyiapkan doa terbaiknya masing-masing dan mengamini secara bersama-sama. Hal ini bisa dianggap sebagai sebuah keharusan yang dilakukan di setiap tahunnya.

Tidak ada harapan yang lebih besar selain berharap agar bisa lebih baik lagi kedepannya, dan keadaan alam pun bisa kembali normal seperti sedia kala. Harapan baru untuk tahun yang baru adalah pola hidup yang baru, tidak lagi terkekang oleh beberapa peraturan protokol kesehatan yang sudah dilalui selama kurang lebih dua tahun ini.

Suatu hal yang mengherankan adalah, kebanyakan orang menyiapkan harapan-harapan baru di awal tahun yang biasa disebut dengan resolusi. Padahal setiap hari kita pasti telah melalui berbagai fase dalam hidup diantaranya: fase masa lalu, masa kini, dan masa depan. Masa lalu adalah hal yang telah dilalui seseorang dan tempat untuk mengingat segala bentuk ucapan, tindakan, dan seluruh perbuatan kita. Masa kini adalah tentang apa yang dilakukan sekarang dan media untuk merancang, memprediksi, dan menyiapkan strategi terbaik dalam menyikapi masa lalu menuju masa depan. Sedangkan masa depan adalah masa yang akan datang, harapan-harapan yang diinginkan, dicapai, dan dijadikan cita-cita lalu memetik hasil yang didapat. Hal tersebut sudah cukup jelas bahwa perbaikan diri, dan mengharapkan hal baru bisa dilakukan di setiap detiknya tanpa harus menunggu pergantian tahun.

Memaknai Resolusi

Dalam perayaan tahun baru pastinya muncul harapan-harapan untuk diwujudkan pada tahun yang akan datang atau biasa kita sebut dengan resolusi.

Berbicara tentang resolusi, tentu ada dampak positif maupun negatif yang ditimbulkan. Barangkali memberitahu resolusi tersebut kepada orang lain setidaknya akan menumbuhkan rasa semangat dan percaya diri seseorang dalam memenuhi target tersebut, namun resolusi dalam sebuah pergantian tahun sangatlah sulit dicapai karena terkadang target yang ingin dicapai seseorang tidak realistis.

Berdasarkan penelitian dari Statistic Brain, University of Scranton, menunjukkan bahwa hanya ada 8% orang yang bisa memenuhi resolusi yang mereka buat.

"Bahkan dari awal pun, ada elemen kegagalan dan menunda tugas (dalam resolusi)," kata Timothy Pychyl, kepala asisten dosen atau associate professor di bidang psikologi di Carleton University di Ottawa, Ontario, Kanada (dikutip dari BBC.com)

Bagi banyak orang, membuat sebuah resolusi menjadi suatu langkah yang benar namun tidak menjadikan sebuah jaminan bahwa resolusi tersebut akan tercapai dalam tahun berikutnya. Setelah beberapa kali mencapai kegagalan dalam memenuhi resolusi tersebut, maka seseorang akan membuat menjalani hidup yang tidak direncanakan dan tidak diinginkan.

Karenanya, menyambut tahun baru 2022 sejatinya dirayakan dengan hal-hal positif dan bermanfaat bagi kehidupan, seperti saling membacakan harapan masing-masing, doa bersama, pengajian, silaturahmi antar keluarga, dan di akhiri dengan tasyakuran bersama keluarga. Pada awal tahun nanti, bisa biasakan kembali hidup sehat, produktif, kreatif, dan lebih semangat lagi menjalani hari-hari.

Momentum dalam memperbaiki diri dari yang sebelum-sebelumnya tidak hanya diimplementasikan sebagai resolusi saja, tapi harus ada sebuah langkah nyata menuju kehidupan yang lebih baik. 

Jangan sampai peringatan tahun baru ini dijadikan sebagai ajang formalitas, namun harus dibuktikan dengan aksi nyata dalam memperbaiki kehidupan menuju hidup yang lebih baik.


(Penulis: Ismiati, mahasiswa program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam semester 5)

No comments:

Post a Comment