Transformasi Budaya Permainam Tradisional di Era Modern - Araaita.net

Breaking News

Wednesday, 29 December 2021

Transformasi Budaya Permainam Tradisional di Era Modern

Penulis : Alfi Nurul Faridah


Indonesia merupakan salah satu negara yang menyimpan banyak warisan budaya (cultural heritage). Namun seiring dengan kemajuan teknologi serta pesatnya produk budaya global, banyak warisan budaya yang terkikis kelestariannya. Salah satunya permainan tradisional.

Globalisasi dan perkembangan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) yang tidak dikendalikan akan berdampak buruk pada nilai-nilai kearifan lokal. Di era modern saat ini, permainan tradisional merupakan warisan budaya yang menyimpan nilai-nilai pendidikan karakter untuk ditransformasikan kepada generasi muda. Seiring dengan terbatasnya pengenalan tradisi budaya tradisional yang tergeser oleh populernya game online perlahan tidak dilirik lagi.

Menurut Zaini Alif, peneliti permainan tradisional, menyatakan bahwa hampir ada 2.600 permainan tradisional yang ada di Indonesia seperti gobak sodor, benteng, lompat tali, petak umpet, dan sejenisnya. Namun, 40% di antaranya terancam hilang dan jarang dimainkan salah satunya adalah egrang (permainan tradisional yang menggunakan tongkat atau galah). Pria yang memiliki julukan bapak permainan tradisional itu menyebut bahwa permainan tradisional hakikatnya tercipta sebagai hasil kebudayaan dari masyarakat setempat, bukan bawaan bangsa asing yang sering dikira sebagian pihak.

Congklak, egrang, gasing, ular naga, kelereng, bola bekel, dan layang-layang memiliki nilai positif dalam kehidupan sehari-hari. Selain menarik dan seru saat dimainkan, tradisi dari permainan tradisional bisa melatih kekompakan, kreativitas, kebersamaan, gotong royong, hingga rasa saling menghargai, dan bersoialisasi.

Namun keadaan sudah berbeda, eksistensi permainan tradisional sudah mulai punah seiring perkembangan teknologi. Di era modern saat ini. Anak-anak zaman sekarang alias zaman now lebih memilih bermain gadget, dari pada bermain di luar rumah. Mudahnya mengakses gadget, membuat sebagian orangtua merasa tenang karena anak bisa bermain sendiri dengan aman tanpa pengawasan. Kebiasaan ini sejatinya menghambat perkembangan sosial anak. Mereka cenderung mengasingkan diri dan tidak mau bersosialisasi. Beda halnya dengan orangtua zaman dahulu, yang membebaskan anaknya bermain diluar namun tetap dalam jangkauan orangtua.

Namun disamping maraknya game online yang lebih modern, terdapat juga permainan online yang fiturnya berupa macam-macam permainan tradisional. Yaitu game Hago yang merupakan aplikasi game online yang berinovasi melestarikan budaya permainan tradisional
Sebagai satu-satunya aplikasi online yang memiliki fitur permainan tradisional, aplikasi Hago pada dasarnya merupakan permainan online yang terkenal dan menyebar luas dimasyarakat. Bahkan saat ini aplikasi Hago menjadi paling populer di Indonesia. Hago sendiri merupakan game sosial dengan permainan yang seru untuk dimainkan bersama dengan pengguna lain. Ada puluhan lebih game yang dihadirkan Hago dalam satu aplikasi, baik itu dari game modern hingga permainan tradisional seperti congklak, Congklak merupakan permainan tradisional Indonesia yang juga tersedia dalam aplikasi Hago. Sama seperti game dikehidupan nyata. Namun, tetap saja pengenalan budaya melalui game online kurang efektif.

Melihat hal itu, eksistensi permainan tradisonal lebih menyenangkan dan seru jika dimainkan di kehidupan nyata. Karena dalam game online tidak ada interakasi dan komunikasi yang terjalin secara langsung dengan lingkungan disekitarnya. Selain itu, game online juga membuat kecanduan dan berdampak buruk pada kesehatan fisik, seperti masalah pengelihatan, nyeri tubuh, obesitas dan menurunya sistem imunitas tubuh sehinggah mudah terkena penyakit.

Di zaman sekarang, generasi muda seharunya lebih inovatif dalam menghadirkan tradisi budaya kepada masyarakat, agar tidak punah dan tetap terjaga kelestarianya. Dengan membuat permainan tradisional lebih menarik, seperti melakukan perlombaan dan menyediakan hadiah bagi yang banyak memenagkan permainan merupakan upaya agar permainan tradisional bisa dilirik kembali.

Mengenalkan permainan tradisional juga bisa dengan mempelajari dan bergabung di salah satu sanggar khusus kebudayaan. Selain itu, memanfaatkan teknologi saat ini sangat efektif untuk melihatkan kepada anak-anak zaman now tentang keunikan kebudayaan Indonesia melalui media sosial, serta masih banyak lagi cara untuk mengenalkan ragam budaya Indonesia. Hal penting yang harus dimiliki adalah rasa nasionalisme sebagai wujud kecintaan dan kehormatan terhadap bangsa sendiri. Dengan begitu, generasi muda bisa menjaga keutuhan persatuan bangsa Indonesia.

No comments:

Post a Comment