Mahasiswa APU Lakukan Demonstrasi, Begini Respon Rektor UINSA Terkait Tuntutannya - Araaita.net

Breaking News

Thursday, 6 January 2022

Mahasiswa APU Lakukan Demonstrasi, Begini Respon Rektor UINSA Terkait Tuntutannya

Penulis : Andhani & Rakha

Editor : Uma Ageng Pathu Prayoga


Para demonstran menuju kampus UINSA meneriakkan lagu buruh tani, Rabu(5/1).

Araaita.net - Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA), Masdar Hilmy memberikan respon pada Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Peduli UIN Sunan Ampel Surabaya (APU) pada Rabu, (5/1) mengenai empat tuntutan para demonstran. 


Terdapat empat point tuntutan mahasiswa, diantaranya.

  1. Membuka banding UKT dan menerbitkan surat edaran (SE) banding UKT.
  2. Memberikan kejelasan mengenai Format pengajuan banding UKT.
  3. Pemerataan kuota untuk mahasiswa UINSA.
  4. Transparansi anggaran UKT tahun 2021.


Dari keempat point tuntutan yang diajukan mahasiswa, ada beberapa point yang Masdar Hilmy tidak sepakati. lalu ia meminta melakukan perubahan pada beberapa redaksi.


Seperti halnya pada point pertama terjadi sedikit perubahan, dengan tidak mengeluarkan Surat Edaran (SE) terkait Banding UKT tetapi melalui website resmi UINSA yang berisikan tentang informasi terkait banding UKT.


“Kita membuka kesempatan untuk mahasiswa melakukan pengajuan banding UKT, melakukan banding silahkan, untuk formalnya, akan diikuti oleh pengumuman secara terbuka di web UINSA,” ungkap Pria di depan gedung Twin Tower disaksikan para demonstran.


Selanjutnya tuntutan pada point nomer tiga pihak rektorat akan memfollow up terkait pemerataan kuota dikarenakan terdapat beberapa provider yang sedang terjadi kendala yang menyebabkan beberapa mahasiswa tidak mendapat jatah kuota internet.


"Kami akan terus mem-follow up, khususnya provider telkomsel, " ujar Pria menggunakan masker merah muda.

Kertas putih berisi kesepakatan antara pihak rektorat dan mahasiswa APU.

Terakhir dicoretnya point keempat dikarenakan tidak ada kewenangan transparansi anggaran untuk para demonstran karena sudah ada pihak Badan Pemeriksa Keuangan yang mempunyai wewenang terkait transparansi anggaran.


Pernyataan diatas merupakan hasil kesepakatan antara pihak perwakilan demonstran dengan pihak kampus dan Masdar Hilmy memberikan apresiasi serta mengucapkan terima kasih kepada demonstran.


“Saya menyampaikan terimakasih dan mengapresiasi dan ini merupakan kesepakatan terakhir antara pihak Saya dan Mahmudin selaku perwakilan APU,” pungkas pria berbaju coklat.


Sebelumya, aksi ini terjadi lantaran ketidakpuasan APU saat audiensi tentang tuntutan Banding Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Pemerataan Kuota bersama pihak rektorat pada hari Kamis, 30 Desember 2021.


Hingga akhirnya Puluhan mahasiswa mendatangi Gedung Twin Tower melakukan aksi. Aksi ini dimulai dari jam 08.00 pagi dengan berkumpul di samping Jatim Expo. Demonstran mulai bergerak menuju depan kampus UINSA tepat pukul 09.30. Awalnya demonstran dihadang oleh satpam kampus, namun ketua Lembaga Bantuan Hukum memberikan izin masuk dengan syarat tidak merusak fasilitas kampus.


“Kami akan mendampingi mahasiswa selama tidak merusak fasilitas kampus,” ujar Pria berbaju biru.


Tepat pukul 09.45 mahasiswa berada di depan gedung Twin Tower berharap Rektor UINSA turun dan menemui demonstran untuk melakukan musyawarah. Namun, rektor UINSA Masdar Hilmy hanya mengizinkan perwakilan menyampaikan tuntutan di dalam Ruang Rektor Lantai dua gedung Twin Tower.

No comments:

Post a Comment